DRUPS Vital for Data Center Business Continuity

2017-10-02

Jakarta - PT Graha Teknologi Nusantara (GTN)--penyedia data centeryang merupakan anak usaha PT Multipolar Technology Tbk--telah menjadi salah satu perusahaan di Indonesia yang menggunakan pasokan tenaga listrik (supply power plant) dengan teknologi diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS). Teknologi tersebut sangat vital bagi keberlangsungan bisnis data center.

Untuk menyuplai power ke data center, selain menggunakan pasokan sumber listrik dari PT Cikarang Listrindo, GTN pun telah menggunakan teknologi DRUPS yang disediakan vendor PT Pilar Bahtera Energi.

Vice President Sales PT GTN Tjetjep Dharmawan mengatakan pihaknya menggunakan DRUPS dengan pertimbangan untuk meminimalisasi gangguan suplai listrik ke data center dari sumber listrik utama, yaitu PT Cikarang Listrindo. DRUPS berfungsi mendukung keberlangsungan operasional data center GTN tanpa jeda, atau ketika ada gangguan pasokan listrik dari sumber utama.

“Pasokan listrik yang andal dari Cikarang Listrindo tetap punya risiko, sehingga kami coba minimalkan. Tentunya, kami perlu suatu perangkat, atau pembangkit sendiri yang bisa menjaga availability data center itu sendiri. Kami memilih DRUPS karena memang merupakan suatu teknologi yang mumpuni untuk menjaga power,yang bisa di-upgrade, dan juga bisa dipercaya untuk arus listrik itu sendiri,” kata Tjetjep di Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, DRUPS yang digunakan GTN telah mengadopsi teknologi hijau yang ramah lingkungan (green data center). DRUPS yang digunakan tidak menggunakan baterai, sehingga tidak menghasilkan limbah beracun dan hanya mengeluarkan karbon monoksida yang sangat kecil. Hal itu sejalan dengan konsep green data center yang dijalankan GTN.

“Kami mengadopsi konsep green data center, sehingga DRUPS yang kami pakai sangat sesuai dengan konsep kami untuk teknologi hijau. Bebas pencemaran lingkungan dan juga aman dalam pemakaian,” ucapnya.

DRUPS in GTN Data Center

 

Tjetjep mengungkapkan, teknologi DRUPS yang digunakan GTN juga memiliki tingkat kegagalan suplai listrik yang sangat kecil apabila terjadi gangguan pada sumber listrik utama. Karena itu, pihaknya memiliki kesepakatan layanan (service level agreement) dengan vendor penyedia DRUPS untuk melakukan perawatan (maintenance) sebanyak empat kali dalam setahun.

“Untuk menjaga supaya DRUPS tetap berfungsi secara optimal, kami selalu melakukan perawatan secara rutin. Perawatan itu dilakukan oleh vendor maupun tim GTN sendiri, sehingga dapat memastikan DRUPS tetap meberikan suplai daya yang maksimal dalam operasional data center kami,” jelasnya.

Elemen Penting
President Director PT Pilar Bahtera Energi, Iman Hakim mengungkapkan DRUPS merupakan elemen penting dalam bisnis data center. Ibarat anatomi tubuh manusia, DRUPS merupakan jantung untuk keberlangsungan bisnis data center. Bahkan, DRUPS disebutnya sebagai the heart business in the data center.

DRUPS berfungsi menjaga keberlangsungan suatu daya yang sangat efektif. “Kalau dalam anatomi tubuh, yang menjadi jantung itu adalah DRUPS. Saking pentingnya DRUPS, dia dikategorikan sebagai the heart of the business. Karena, yang kritis itu adalah beban kritis data centeritu sendiri, sehingga DRUPS berfungsi untuk melindungi beban kritis,” kata Iman.

Dia menjelaskan, dalam operasional data center, hal paling penting untuk mendukungnya tetap beroperasi adalah beban, atau daya listrik. Daya ini menjadi beban paling kritis untuk data center. Kehadiran DRUPS pun dinilai "lebih kritis" dibandingkan dengan beban kritisnya.

“Secara logika dapat dikatakan, DRUPS is more than critical, then the critical of the power. Jadi, DRUPS lebih kritis dibandingkan dengan beban kritisnya. Karena dia menjaga beban kritis, sehingga perlakuan kita ke DRUPS harus memberikan atensi lebih daripada beban kritis itu. Karena, beban kritis kita terjaga bila DRUPS-nya juga dijaga,” jelasnya.

Menurut Iman, DRUPS yang digunakan oleh GTN memiliki ruang efisiensi hingga 40 persen. Selain itu, DRUPS GTN mampu memberikan kepastian up time data center GTN mencapai 99,9999 persen. Artinya, kemungkinan data center untuk mati dan gagal beroperasi (down) sangat kecil. Pasalnya, DRUPS GTN dikonfigurasi layer by layer untuk mengantisipasi apabila terjadi gangguan pada sumber listrik utama.

“Kalau konfigurasi yang kami terapkan di GTN adalah konfigurasi N+1. Di mana, kalau terjadi gangguan pada DRUPS system, DRUPS system yang lain akan mem-back up. Jadi, kami buat layer per layer, sehingga kemungkinan untuk terjadi down pada data center sangat kecil,” tuturnya.

Untuk tetap menjaga supaya DRUPS GTN tetap beroperasi secara optimal, lanjut Iman, pihaknya juga secara berkala melakukan perawatan rutin empat kali dalam setahun. Perawatan dilakukan dengan sangat detail, terutama di bagian inti sistem DRUPS. Ketika proses perawatan dilakukan, data center GTN pun tetap berjalan normal dan optimal.

“Kami memberikan kepada klien kami service level agreement. Kami melakukan service berkala selama empat kali dalam setahun dengan sistem shut-down satu kali dalam setahun. Nah, hal ini dilakukan untuk make sure bahwa sistem DRUPS bekerja dengan baik, andal, dan reliable, serta sustainable,” ucap dia.

 

 

*Sumber: Investor Daily, http://www.beritasatu.com/iptek/456191-drups-vital-untuk-kelangsungan-bisnis-data-center.html

Created by: Heva Develop